Self-Talk

Posted under Artikel on : 12/02/2015 12:22:37

Self-talk adalah kemampuan berbicara kepada diri kita sendiri tentang pengalaman-pengalaman hidup kita di hadapan Tuhan. Self-talk merupakan jembatan keberanian untuk kita berbicara secara transparan tentang diri kita kepada Tuhan. Ini menjadi jembatan awal sebelum kita mengkomunikasikan beban hidup kita kepada seseorang yang bisa menolong kita.
Sebagai manusia biasanya kita segan atau malu menceritakan sesuatu hal yang buruk tentang diri kita. Tetapi lewat self-talk ini kita diberikan keberanian awal untuk mengaku kepada diri kita sendiri di hadapan Tuhan. Setelah kita berani mengaku kepada diri kita sendiri, maka akan tumbuh keberanian untuk berbicara kepada sahabat akrab atau kakak rohani ataupun dengan seorang konselor.
Kalau kita terus menerus menyimpan masalah kehidupan kita sendiri maka itu dapat menambah runyam masalah kita. Emosi negatif kita yang menumpuk dapat merampas sebagian energi kehidupan kita. Pengakuan yang tulus menghasilkan pemulihan hidup, demikian FirmanNya.

Tujuan Self-Talk
Self-talk atau bicara kepada diri kita sendiri kepada Tuhan bertujuan mengontrol, mensinergikan dan mengharmoniskan alam pikiran, emosi, kehendak dan alam perilaku kita. Ini proses yang tidak mudah. Setidaknya membutuhkan beberapa kali untuk melakukannya setiap hari. Dalam proses konseling saya perlu sekitar 2 hingga tiga sesi melatih klien. Jika klien sudah dapat melatihnya sendiri maka ia akan lebih merasakan damai dan kuat meskipun persoalannya belum selesai. Sebab beban emosi dan pikiran negatif sudah dikeluarkan melalui self-talk tadi.
Self-talk juga mengajarkan kita berani menghadapi masalah. Sebagian orang yang tidak terbiasa menghadapi kesulitan cenderung cengeng dan mau menghindari kesulitan. Orang yang cengeng biasanya berdoa begini: “Tuhan kiranya jauhkanlah kesulitan dan masalah ini dari kehidupanku.” Dengan self-talk sebaliknya. Doa kita adalah: “Tuhan, meski beban hidup saya berat, namun selama masalah ini Engkau ijinkan, saya akan menjalaninya.”
Jadi dengan self-talk kita meneguhkan diri dan menguatkan hati untuk menjalani masalah. Waktu Yosua diutus Tuhan menggantikan Musa, perintah Tuhan kepada Yosua adalah: ”Kuatkan dan teguhkan hatimu” . Setiap kita diminta Tuhan menguatkan hati ketika menghadapi tantangan dan kesulitan yang ada di depan kita.
Contoh yang lain ungkapan terkenal dari Pemazmur: “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya. Dia tidak berdoa: “Tuhan, jauhkanlah lembah kekelaman ini dari padaku.” Keadaan pemazmur sangat tidak kondusif untuk beriman dan bersukacita, tetapi dia meneguhkan hatinya untuk tetap percaya. Dia memproklamasikan pada dirnya untuk tidak takut dengan keadaan apapun. Dia mendeklarasikan secara pribadi bahwa Tuhan selalu bersama dia dalam keadaan apapun.

Manfaat Self-Talk
Self-talk merupakan bagian dari cara mengasihi diri sendiri. Tuhan pernah berkata, “Kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri.” Dengan self-talk saya mengajarkan setiap klien untuk mengingat dan menghitung potensi Ilahi yang ada pada dirinya.
Setiap Tuhan izinkan ada masalah, maka Tuhan sudah perhitungkan kekuatan dalam diri kita untuk menanggungnya. Tuhan sudah berjanji bahwa, pencobaan yang kita alami adalah pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan kita. Tuhan berjanji akan memberi kita kekuatan atau kecakapan buat memikulnya.
Dalam konseling, saya membantu klien untuk lebih memiliki pengenalan diri yang obyektif. Mereka dilatih untuk mengenali seluruh potensi yang ada dalam diri mereka, misalnya bakat, kelebihan atau pengalaman hidup dan juga orang-orang yang mengasihi dia.
Lewat pengenalan diri yang obyektif itu ternyata banyak klien menjadi sadar bahwa pengalaman mereka tidak buruk-buruk amat. Ketika mereka sadar ada orang yang mengasihi mereka, mereka menjadi kuat dan tegar. Ketika mereka menghitung setiap berkat yang pernah mereka terima, mereka tegar kembali.
Lewat self-talk mereka juga disadarkan bahwa masalah itu tidak terlalu besar dan tidak perlu dibesar-besarkan. Kemampuan dan kualitas self-talk dipengaruhi akan dua hal besar: Pertama, pengenalan diri Anda akan TUHAN. Kedua, pengenalan Anda terhadap diri Anda sendiri. Makin anda mengenal secara mendalam dan obyektif tentang Tuhan dan diri Anda, maka kualitas self-talk Anda akan baik dan menyembuhkan.
Self-Talk bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Untuk itu saya melatih klien saya cukup berdoa dengan singkat saat mengahdapi masalah. Jangan pernah sekali-kali membiarkan rasa takut, cemas dan lain-lain menguasai hidup kita. Kalau kita terlalu lama membiarkan emosi-emosi negatif, maka disitu iblis akan menggunakannya untuk memprovokasi kita.

Julianto Simanjuntak