Tips Memulai Layanan Konseling di Gereja

Posted under Artikel on : 31/03/2015 13:28:48

  1. Program layanan Konseling ini perlu dipahami, disetujui, dan didukung sepenuhnya oleh Gembala sidang (Pendeta) dan Majelis Jemaat (lebih bagus lagi secara sinodal/klasis/wilayah) dalam bentuk Surat Keputusan, dan ada tim kompeten yang ditunjuk serta dilantik di depan jemaat.
  2. Gembala sidang (Pendeta) dan Majelis Jemaat menyiapkan dukungan berupa:
    • Menyiapkan SDM terlatih, dan otoritas yang jelas (mandiri, tidak wajib lapor kasus ke Gembala)
    • Anggaran dana yang memadai setiap bulan
    • Ruangan konseling yang representatif
    • Sangat membantu jika ada fulltimer
  3. Mengadakan kampanye pentingnya konseling di gereja lewat semua media dan sarana:
    • Kotbah minggu
    • Warta jemaat
    • Komsel (kelompok PA dan komisi2)
    • Perpustakaan gereja ada buku2 konseling
    • Mading gereja
    • Media sosial (Web, Twitter, FB, dll)
  4. Merencanakan layanan konseling yang sesuai konteks dan kebutuhan jemaat, serta tenaga trampil (SDM) yang tersedia. Beberapa jenis layanan konseling yang perlu direncanakan sbb:
    • Layanan konseling INDIVIDU. Konseling pribadi memang jarang dihadiri jemaat karena belum biasa, merasa takut karena belum percaya, takut orang lain tahu, konselor terlatih tidak ada, konsep konseling yang salah (datang konseling hanya untuk minta didoakan Pdt), dsb.
    • Layanan konseling KELOMPOK.
      • Bisa dilakukan dalam Komsel yang sdh ada di gereja. Pemimpin konsel dilatih lebih dulu, bahan disiapkan, dan acaranya banyak curhat.
      • Dibentuk klp khusus berdasarkan usia, kasus yang dihadapi, kelompok minat dan profesi.
    • Layanan konseling edukasi. Ini bersifat preventif dan bisa dilakukan dalam bentuk.
      • Kotbah berbasis konseling
      • Mengadakan seminar rutin, sebulan sekali oleh fasilitator terdidik dengan tema aktual
      • Menyiapkan lokarya, yang berisi praktek pemulihan dan pemberdayaan langsung. Dengan tema: pasutri, hub ortu-anak, majelis/aktifis, dll.
      • Mendorong jemaat membaca buku2 konseling dengan menyediakan di perpustakaan dsb
      • Mengadakan retret2 berbasis konseling keluarga
    • Bekerjasama dengan pusat layanan konseling diluar gereja untuk mendapatkan bahan2 dan pelatihan konseling khusus (advance), bekerjasama mengadakan psikotes dll.
Semoga berguna.


Dr. Julianto Simanjuntak